Jumat, 04 Juli 2014

SYOK OBSTETRI

Syok obstetri

1. Pengertian
Syok obstetri adalah keadaan syok pada kasus obstetri yang kedalamannya tidak sesuai dengan perdarahan yang terjadi.

Dapat dikatakan bahwa syok yang terjadi karena kombinasi:
• akibat perdarahan,
• akibat nyeri.

Syok adalah ketidakseimbangan antara volume darah yang beredar dan ketersediaan sistem vascular bed sehingga menyebabkan terjadinya:
1. Hipotensi.
2. Penurunan atau pengurangan perfusi jaringan atau organ.
3. Hipoksia sel.
4. Perubahan metabolisme aerob menjadi anaerob.

KET (Kehamilan Ektopik)

- Artikel Popular
kehamilan ektopikKehamilan ektopik atau juga dikenal sebagai kehamilan di luar kandungan merupakan suatu kondisi kehamilan dimana sel telur yang sudah dibuahi tidak mampu menempel atau melekat pada rahim ibu, namun melekat ada tempat yang lain atau berbeda yaitu di tempat yang dikenal dengan nama tuba falopi atau saluran telur, di leher rahim, dalam rongga perut atau di indung telur. Atau dengan kata lain, kehamilan ektopik meruapakan suatu kondisi dimana sel telur yang telah dibuahi mengalami implantasi pada tempat selain tempat seharunya, yaitu uterus. Jika sel telur yang telah dibuahi menempel pada saluran telur, hal ini akan menyebabkan bengkaknya atau pecahnya sel telur akibat pertumbuhan embrio.

Kamis, 03 Juli 2014

ABORSI



ABORSI


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat hidup diluar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram waktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin yng dilahirkan dengan berat badan dibawah 500 gram dapat hidup terus, maka abortus ditentukan sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu.

KBI & KBE



Kompresi Bimanula Internal Dan Eksternal


BAB I
PENDAHULUAN
    A.  Latar Belakang
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal dalam kehidupan. Namun dapat menjadi patologis atau tidak normal sesuai dengan kondisinya. Bidan sebagai tenaga medis terdepan ditengah masyarakat memegang peranan yang sangat penting untuk dapat memberi pendidikan kepada masyarakat, sehingga dapat ikut serta menurunkan angka kemantian ibu ( AKI ) dan angka kematian bayi ( AKB ).  Dalam melakukan asuhan pada kala I,II,III,dan IV harus diberikan sesuai dengan kebutuhan klien.

ENDOMETRIOSIS

 

Endometriosis adalah kelainan yang disebabkan adanya jaringan endometrium (selaput lendir dalam rahim) yang berada di luar rahim. Bisa di usus, di indung telur, di dinding luar rahim, di tuba falopii (saluran telur) dan sebagainya.
Endometriosis ini memiliki sifat-sifat yang mirip endometrium, dengan memberikan respon terhadap naik turunnya hormon, sepanjang siklus menstruasi. Bahkan saat menstruasipun mengeluarkan darah, layaknya endometrium saat menstruasi. Hal inilah yang diduga sebagai salah satu penyebab timbulnya nyeri, selain karena ekspresi prostaglandin oleh sarang-sarang endometriosis.

Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita


Anatomi system reproduksi wanita terbagi 2, yaitu:
1. Organ-organ Internal, terdiri dari :                                                            
- Dua ovarium (indung telur)
- Dua tuba fallopii (saluran telur)
- Uterus (rahim)
- Vagina

HECTING PERINEUM


I. ANATOMI DAN PERSARAFAN PERINEUM
Perineum merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul, terletak antara vulva dan anus. Perineum terdiri dari otot dan fascia urogenitalis serta diafragma pelvis. Diafragma urogenitalis terletak menyilang arkus pubis diatas fascia superfisialis perinei dan terdiri dari otot-otot transversus perinealis profunda.

SEPSIS PUERPERALIS

 Sepsis Puerperalis


Definisi Sepsis Puerperalis

             Sepsis puerperalis adalah infeksi pada traktus genitalia yang dapat terjadi setiap saat antara awitan pecah ketuban (ruptur membran) atau persalinan dan 42 hari setelah persalinan atau abortus di mana terdapat dua atau lebih dan hal – hal berikut ini :
– Nyeri pelvik;
– Demam 38,5°C atau lebih yang diukur melalui oral kapan saja;
rabas – vagina yang abnormal;
– Rabas – vagina berbau busuk;
– Keterlambatan dalam kecepatan penurunan ukuran uterus (sub involusio uteri).